top of page

PELAYANAN & FASILITAS

Laparoskopi

Apa itu Laparoskopi?

Hai, Sahabat Limijati. Laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah saat melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Kamera mini digunakan terlebih dahulu, kemudian dimasukkan gas untuk membuat jarak pemisah antara rongga sehingga dapat terlihat dengan jelas organ yang akan diperiksa.

Laparoskopi sering disebut "operasi lubang kunci," pemulihannya dirancang agar lebih cepat dibandingkan operasi konvensional. Jika Anda menjalani laparoskopi diagnostik, Anda bahkan bisa pulang pada hari yang sama atau dalam 24 jam.



Kelebihan Laparoskopi dibandingkan Laparotomi (Operasi Besar) :

  • Luka : multiple; 3 buah @1 cm atau 4 buah @1 cm
  • Butuh keterampilan khusus (dokter Sp.OG/dokter bedah lain yang terlatih operasi laparoskopi)
  • Lapang pandang dokter : kamera, zoom
  • Nyeri pasca operasi : lebih ringan
  • Lama perawatan pasca operasi : 1 - 2 hari
  • Pemulihan pasca operasi : 1 - 2 hari
  • Komplikasi : risiko infeksi luka operasi lebih sedikit


Siapa dan penyakit apa yang dapat dioperasi dengan laparoskopi?

    Dapat dioperasi laparoskopi :
  • Berat badan normal
  • Belum pernah dioperasi sebelumnya
  • Kasus lebih sederhana

    Sebaiknya laparotomi (operasi besar) :
  • Berat badan obesitas
  • Pernah dioperasi besar berkali-kali
  • Kasus lebih kompleks


Berikut ini beberapa tindakan bedah yang menggunakan teknik laparoskopi :

  1. Mengangkat rahim (misalnya pada pengobatan penyakit endometriosis dan radang panggul).
  2. Mengangkat kehamilan ektopik (kehamilan yang terjadi di luar rahim).
  3. Mengangkat kista fibroid
  4. Penanganan hernia
  5. Mengangkat usus buntu yang telah meradang.
  6. Mengangkat organ tubuh yang telah terkena kanker; seperti hati, usus, ginjal, indung telur, prostat, atau kandung kemih.
  7. Mengangkat kantong empedu pada penyakit batu empedu atau peradangan.


Indikasi laparoskopi ginekologi :

  1. Nyeri panggul
  2. Infertilitas
  3. Endometriosis
  4. Pengikatan saluran telur
  5. Kehamilan di luar kandungan
  6. Radang panggul
  7. Perbaikan saluran telur yang rusak
  8. Pembebasan perlengketan dalam perut
  9. Pengangkatan rahim
  10. Pengangkatan mioma rahim
  11. Pengangkatan kista/sebagian/seluruh ovarium
  12. Evaluasi kelenjar getah bening
  13. Diagnosis kelainan rahim


Manfaat laparoskopi terhadap permasalahan kesuburan :

  • Laparoskopi sebaiknya dilakukan setelah pasangan melakukan pemeriksaan infertilitas dasar (USG, HSG, analisis sperma).
  • Laparoskopi memungkinkan diagnosis masalah infertilitas yang lebih teliti.

  • Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kangsungan (Sp.OG) Anda.

Informasi

RSIA Limijati Customer Service

(hunting) +6222 420 7770

(hunting) +6222 8428 1333

customercare@rsia-limijati.com

bottom of page