PELAYANAN & FASILITAS
Vaginismus: Penyebab, Gejala & Pengobatan
oleh Robbi A. Wicaksono, dr., Sp.OG
"Saya sudah menikah 5 tahun, tetapi saya masih perawan.”
“Kami belum berhasil berhubungan seks, padahal sudah menikah 7 tahun.”
“Dokter kandungan tak bisa memeriksa saya. Katanya, saya terlalu tegang untuk diperiksa.”
“Kami tidak bisa berhubungan seks. Suami : rasanya seperti menabrak dinding.”
“Vagina saya sangat kecil, tidak bisa dimasukkan. Saya sudah berupaya rileks, tetapi tetap saja tidak bisa.”
“Saya frustrasi! Suami saya mengancam menceraikan saya.”
“Semua salah saya. Katanya vagina saya terlalu sempit sehingga harus dilebarkan dengan operasi.”
Apakah Anda mengalami keluhan dan sering memiliki pertanyaan-pertanyaan seperti di atas?
Jika ya, mungkin Anda menderita suatu kelainan yang dinamakan Vaginismus. Jangan ragu, segera konsultasikan masalah vaginismus Anda dengan dokter kami!
Menangani Vaginismus dengan Protokol Dilatasi Berbantu Multidisipliner – Sebuah Studi Retrospektif dari Pusat Vaginismus Terbesar di Indonesia
Vaginismus adalah sebuah kelainan ginekologis yang ditandai dengan kekakuan otot vagina yang terus menerus sehingga tidak memungkinkan adanya penetrasi saat berhubungan seksual. Tidak diketahui dengan pasti jumlah penderita vaginismus di Indonesia, tetapi rumah sakit Limijati menangani lebih dari 200 pasien baru per tahun. Sejauh ini, belum ada protocol penanganan vaginismus terstandar di kancah internasional, sehingga penelitian ini mengevaluasi keberhasilan protocol dilatasi berbantu yang diterapkan di RSIA Limijati, serta luaran kehamilan pada pasien-pasien tersebut.
Kami melakukan sebuah studi pada semua pasien vaginismus yang menjalani terapi dilatasi berbantu antara 1 Januari 2022 dan 31 Desember 2023. Diagnosis ditegakkan berdasarkan keberadaan kekakuan otot vagina yang tidak memungkinkan adanya penetrasi dan/atau menyebabkan nyeri hebat saat penetrasi, yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan di poliklinik. Semua pasien yang ditangani diikutsertakan dalam penelitian ini. Pendekatan kami adalah multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kesehatan jiwa dan perawat-perawat terlatih. Penanganan vaginismus ini melibatkan kombinasi penyuntikan Botox, penggunaan dilator serta obat-obatan. Pasien diminta untuk control ke poliklinik sekitar 6-8 minggu setelah dilakukan dilatasi berbantu dan luaran kehamilan mereka dikumpulkan menggunakan kuesioner daring.
Penelitian kami mengikutsertakan 513 pasien dengan lebih dari 85% mengeluhkan gagal penetrasi. Rata-rata usia pasien adalah 30.4 tahun dengan mayoritas berasal dari pulau Jawa dengan latar belakang Pendidikan S1. Rata-rata pasien menunggu 36 bulan (3 tahun) sebelum mendapatkan pengobatan untuk vaginismus. Banyak pasien kami telah mengalami trauma medis, trauma pernikahan dan trauma social akibat penyakitnya. >60% datang untuk control setelah tindakan dan hamper 90% melaporkan telah berhasil melakukan penetrasi saat berhubungan. Mayoritas pasien berhasil penetrasi pada percobaan pertama. Banyak pasien yang kemudian berhasil untuk hamil secara alami dan telah melahirkan anak-anak yang sehat.
Kesimpulannya, protokol dilatasi berbantu multidisipliner kami merupakan terapi vaginismus yang layak ditawarkan dengan tingkat keberhasilan yang baik.
Cek video kami berikut ini untuk tahu lebih banyak tentang Vaginismus :
Informasi
RSIA Limijati Customer Service
(hunting) +6222 420 7770
(hunting) +6222 8428 1333
