BABY WALKER

Updated: Jan 7

Langkah kaki pertama bayi merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh orang tua. Sangat menyenangkan menyaksikan langkah pertama bayi. Tahap perkembangan ini berlangsung pada rentang usia 12-18 bulan. Pada tahap ini banyak orang tua menggunakan baby walker dengan harapan agar bayi mampu berjalan lebih awal dibanding usia perkembangannya. Penelitian di Amerika Serikat mengemukakan 55%−92% bayi berusia 5−15 bulan menggunakan alat ini. Beberapa alasan orang tua membelinya adalah untuk melatih otot kaki sehingga membantu bayi belajar berjalan, memberikan latihan atau agar bayi bergerak, digunakan sebagai baby sitter (agar bayi mempunyai kesibukan sendiri sehingga orang tua bisa menyelesaikan pekerjaan yang lain), agar bayi tenang dan happy, atau digunakan sebagai kursi saat memberikan makan.


Amankah Penggunaan Baby Walker?


Tahun 2001 American Academy of Pediatrics (AAP) mempublikasikan penggunaan baby walker bisa menyebabkan cedera atau kecelakaan pada bayi. Tahun 1999 tercatat 8800 anak usia kurang dari 15 bulan masuk unit gawat darurat rumah sakit di Amerika Serikat karena cedera akibat penggunaan baby walker. Bahkan dilaporkan 34 bayi meninggal dalam kurun waktu tahun 1973-1998 akibat penggunaan baby walker.


Kecelakaan yang dilaporkan antara lain cedera kepala (akibat terjatuh dari tangga saat bayi berada di dalam walker, atau bayi terjatuh dari walker), keracunan atau luka bakar (akibat bayi mudah menjangkau bahan-bahan atau benda-benda yang berbahaya, seperti gelas air panas), tenggelam (bayi tercebur dengan walkernya), atau cedera dan patah tulang akibat terjepit jari tangan atau kaki.


Semua kejadian tersebut terjadi karena bayi dapat bergerak dengan leluasa dan cepat, bahkan saat bayi berada di bawah pengawasan pengasuhnya, karena kecepatan bayi di dalam walker sepersekian detik melebihi kecepatan pengasuh untuk memberikan reaksi saat kecelakaan terjadi.


Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Perkembangan?


Orang tua membeli baby walker dengan harapan agar bayinya menjadi lebih cepat berjalan. Benarkah demikian? Ternyata suatu penelitian membuktikan bahwa bayi-bayi usia 6−15 bulan yang menggunakan walker, usia duduk, merangkak dan berjalannya lebih terlambat, serta skor Bayley yang lebih rendah (suatu cara untuk menilai perkembangan motorik, bahasa, dan kognisi anak usia 0-3 tahun) dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak menggunakan walker.


Baby walker berpotensi mengganggu perkembangan motorik kaki, sebab untuk bergerak bayi hanya perlu menggerakkan ujung jari kaki dan mengandalkan otot-otot betis, dalam posisi duduk pun bayi bisa berpindah tempat dengan mudah. Sementara untuk dapat berjalan bayi perlu melatih otot paha dan pinggul secara keseluruhan. Bila bayi dibiasakan menggunakan walker, otot tungkai tidak terlatih untuk menyangga tubuh saat berjalan, sehingga proses belajar berjalan pun menjadi terganggu.


Baby Walkers VS Stationary Activity Centers


Stationary activity centers merupakan alat yang menyerupai baby walker namun tidak dilengkapi dengan roda. Jadi untuk bunda yang sudah terlanjur membeli baby walker bisa disiasati dengan melepaskan rodanya, sehingga difungsikan sebagai stationary activity centers saja. Dengan catatan jika bayi sudah mampu duduk dengan ataupun tanpa bantuan (usia 6−9 bulan) dan pada waktu-waktu tertentu saja.


#babywalker #kesehatananak #tumbuhkembang